Selasa, 08 Desember 2009

PERANG DINGIN

Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah

periode di mana terjadi konflik, ketegangan,

dan kompetisi antara Amerika Serikat

(beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan

Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok

Timur) yang terjadi antara tahun

1947—1991.
Persaingan keduanya terjadi di

berbagai bidang: koalisi militer; ideologi,

psikologi, dan tilik sandi; militer, industri,

dan pengembangan teknologi; pertahanan;

perlombaan nuklir dan persenjataan; dan

banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini

akan berakhir dengan perang nuklir, yang

akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang

Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun

1947 oleh Bernard Baruch dan Walter

Lippman dari Amerika Serikat untuk

menggambarkan hubungan yang terjadi di

antara kedua negara adikuasa tersebut.

Setelah AS dan Uni Soviet bersekutu dan

berhasil menghancurkan Jerman Nazi, kedua

belah pihak berbeda pendapat tentang

bagaimana cara yang tepat untuk

membangun Eropa pascaperang. Selama

beberapa dekade selanjutnya, persaingan di

antara keduanya menyebar ke luar Eropa dan

merambah ke seluruh dunia ketika AS

membangun "pertahanan" terhadap

komunisme dengan membentuk sejumlah

aliansi dengan berbagai negara, terutama

dengan negara di Eropa Barat, Timur

Tengah, dan Asia Tenggara.

Meskipun kedua negara adikuasa itu tak

pernah bertempur secara langsung, namun

konflik di antara keduanya secara tak

langsung telah menyebabkan berbagai perang

lokal seperti Perang Korea, invasi Soviet

terhadap Hungaria dan Cekoslovakia dan

Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin

termasuk (dari beberapa sudut pandang)

kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan.

Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari

Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga

telah menjadi lebih kompleks akibat Perang

Dingin. Dampak lainnya adalah terbaginya

Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman

Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan

oleh Tembok Berlin. Namun ada pula

masa-masa di mana ketegangan dan

persaingan di antara keduanya berkurang.

Perang Dingin mulai berakhir di tahun

1980-an ketika Pemimpin Uni Soviet

Mikhail Gorbachev meluncurkan program

reformasi, perestroika dan glasnost. Secara

konstan, Uni Soviet kehilangan kekuatan dan

kekuasaannya terhadap Eropa Timur dan

akhirnya dibubarkan pada tahun 1991.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar